Jakarta – Nama Anthony Norman Lianto semakin dikenal publik lewat perannya sebagai Direktur Tanggap Bencana Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI). Pria kelahiran Tegal, 4 Mei 1992, ini kerap turun langsung ke lokasi bencana, mulai dari banjir bandang Aceh Tamiang, gempa Flores di Nusa Tenggara Timur, hingga banjir rob dan banjir sungai di pesisir utara Jawa serta wilayah Jabodetabek.
Sebagai anak tunggal dari keluarga pedagang, perjalanan hidup Norman dimulai jauh dari kampung halaman. Pada usia 16 tahun, ia berangkat ke Melbourne, Australia, untuk melanjutkan pendidikan. Di sana, ia sempat menjalani berbagai pekerjaan dari titik paling dasar, seperti petugas kebersihan, kurir, resepsionis, hingga pengemudi daring, sembari menuntaskan studi hingga meraih gelar master di bidang akuntansi profesional. Kariernya kemudian berkembang di bidang manajemen, dengan posisi terakhir sebagai Higher Education Coordinator di salah satu kampus di Melbourne.
Setelah lebih dari satu dekade tinggal di Australia, Anthony Norman Lianto bergabung dengan PSI pada 2017. Pertemuannya dengan pendiri PSI, Grace Natalie, di Melbourne pada awal 2019 menjadi titik balik yang memantapkan keputusannya untuk kembali ke Indonesia dan terjun ke dunia sosial-politik.
“Ketika bencana terjadi, yang paling penting adalah bergerak cepat,” ujar Norman dalam salah satu kesempatan di Jakarta, menggambarkan prinsip kerja timnya dalam merespons kondisi darurat.
Sepulang ke Indonesia, Norman sempat menjabat Deputy Chair Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PSI di Melbourne, sebelum dipercaya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Jakarta Barat. Selama pandemi Covid-19, ia aktif sebagai relawan vaksinasi, mendampingi pasien Covid, dan mendistribusikan bantuan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri.
Dalam menjalankan tugas kemanusiaannya, Norman menekankan pentingnya koordinasi dengan relawan dan masyarakat setempat. “Kami berusaha bekerja bersama relawan dan masyarakat setempat karena mereka yang paling mengetahui kondisi di lapangan,” katanya.
Dedikasi Anthony Norman Lianto: Menembus Batas Bencana demi Kemanusiaan — unggahan Instagram oleh WARGA JATIM
Norman juga pernah maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta dari daerah pemilihan DKI Jakarta 10 pada Pemilu 2024, meski tidak terpilih.
Di luar aktivitas kemanusiaannya, nama Norman juga sempat menjadi sorotan pada Maret 2024 setelah ia mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPD PSI Jakarta Barat, menyusul laporan dugaan kekerasan seksual yang diajukan seorang perempuan ke Polda Metro Jaya. DPW PSI DKI Jakarta saat itu menyatakan sikap tegas tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual dan menyerahkan proses lebih lanjut kepada jalur hukum.

