Posted in

7 Tanaman yang Bisa Ditanam dengan Hidroponik, Cocok untuk Pemula!

Punya keinginan buat makan sayuran segar hasil panen sendiri tapi terhalang lahan yang sempit? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang di perkotaan yang punya masalah serupa. Lahan terbatas seringkali jadi penghalang utama untuk mulai berkebun. Padahal, kebutuhan akan pangan yang sehat dan bebas pestisida semakin tinggi.

Nah, di sinilah hidroponik hadir sebagai solusi cerdas! Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, melainkan larutan nutrisi cair. Dengan metode ini, kamu bisa berkebun di mana saja, mulai dari balkon, teras, bahkan di dalam ruangan sekalipun. Artikel ini akan membahas tuntas berbagai tanaman yang bisa ditanam dengan hidroponik, yang pastinya bikin kamu pengen langsung coba.

Nggak perlu bingung mau mulai dari mana. Kami sudah siapkan daftar lengkap 7 tanaman hidroponik yang paling mudah ditanam, bahkan untuk pemula sekalipun. Yuk, kita ubah sudut kosong di rumahmu jadi kebun mini yang produktif!

1. Kangkung


Tanaman kangkung segar tumbuh di sistem hidroponik

Siapa sih yang nggak kenal kangkung? Sayuran ini jadi favorit banyak orang karena rasanya yang enak dan mudah diolah. Kabar baiknya, kangkung adalah salah satu tanaman yang paling gampang dan cepat tumbuh di sistem hidroponik. Cocok banget buat kamu yang baru mau mulai belajar hidroponik.

Kelebihan utama menanam kangkung secara hidroponik adalah kecepatan panennya. Kamu bisa panen kangkung dalam waktu 21-30 hari saja setelah semai! Selain itu, kangkung hidroponik cenderung lebih bersih dan renyah karena terbebas dari kotoran tanah. Sistem yang paling cocok untuk kangkung adalah sistem sumbu (wick system) atau rakit apung (floating raft).

Tips: Saat panen, sisakan beberapa ruas batang bagian bawah agar tunas baru bisa tumbuh kembali. Dengan begitu, kamu bisa panen kangkung berkali-kali dari satu tanaman yang sama. Hemat dan praktis, kan?

2. Selada


Jenis tanaman hidroponik selada romaine di balkon rumah

Selada adalah ‘bintang’-nya dunia hidroponik. Hampir semua petani hidroponik komersial menanam selada. Kenapa? Karena selada punya nilai ekonomis tinggi, perawatannya mudah, dan sangat adaptif dengan berbagai sistem hidroponik, terutama Nutrient Film Technique (NFT).

Dengan hidroponik, kamu bisa menanam berbagai jenis selada, mulai dari selada keriting (lettuce), romaine, hingga butterhead. Hasil panennya pun nggak main-main: daunnya lebih renyah, segar, dan pastinya bebas dari pestisida berbahaya. Menanam selada hidroponik di rumah artinya kamu punya stok salad segar setiap hari!

Untuk pemula, menanam selada bisa jadi pengalaman yang sangat memuaskan. Melihat daunnya tumbuh subur dari hari ke hari akan jadi penyemangat tersendiri dalam perjalanan hidroponikmu. Waktu panennya pun relatif singkat, sekitar 30-45 hari.

3. Bayam


Budidaya sayuran hidroponik bayam hijau subur

Sama seperti kangkung, bayam juga merupakan sayuran daun yang sangat mudah ditanam dengan metode hidroponik. Bayam, terutama bayam hijau, dikenal kaya akan zat besi dan nutrisi penting lainnya. Menanamnya sendiri di rumah memastikan kamu mendapatkan bayam dengan kualitas terbaik.

Bayam dapat tumbuh dengan baik pada sistem NFT atau Deep Flow Technique (DFT). Tanaman ini menyukai lingkungan yang tidak terlalu panas, sehingga menempatkannya di area yang sedikit teduh bisa jadi pilihan yang baik. Keunggulan menanam bayam hidroponik adalah kebersihannya; tidak ada lagi drama membersihkan tanah yang menempel di sela-sela daun.

Waktu panen bayam hidroponik juga sangat cepat, lho. Kamu sudah bisa menikmati hasil panenmu dalam waktu 25-40 hari. Bayam segar hasil kebun sendiri bisa langsung diolah menjadi tumisan, sup, atau bahkan smoothie hijau yang menyehatkan.

4. Pakcoy (Sawi Sendok)


Tanaman pakcoy atau sawi sendok di kebun hidroponik

Pakcoy atau sawi sendok adalah pilihan lain yang sangat direkomendasikan untuk pemula. Sayuran ini memiliki batang yang renyah dan daun yang lezat, sering digunakan dalam masakan Asia. Bentuknya yang mungil dan kompak membuat pakcoy tidak memerlukan banyak ruang.

Pakcoy sangat adaptif dan bisa tumbuh di hampir semua jenis sistem hidroponik. Pertumbuhannya yang cepat memungkinkan kamu untuk panen hanya dalam 30-45 hari. Menanam pakcoy hidroponik memberikan hasil yang sangat memuaskan: batang yang lebih besar, daun yang lebih lebar, dan rasa yang lebih segar dibandingkan yang ditanam di tanah.

5. Tomat


Tanaman buah hidroponik tomat cherry merah matang

Bosan dengan sayuran daun? Yuk, coba tanam buah! Tomat adalah salah satu tanaman buah yang bisa tumbuh subur dengan sistem hidroponik. Meskipun perawatannya sedikit lebih menantang dibandingkan sayuran daun, keberhasilannya akan sangat memuaskan.

Untuk pemula, disarankan untuk memulai dengan jenis tomat cherry atau tomat determinate lainnya yang ukurannya tidak terlalu besar. Sistem hidroponik yang paling cocok untuk tomat adalah sistem tetes (drip system) atau metode Kratky. Tanaman tomat membutuhkan penyangga seperti ajir atau tali untuk menopang batangnya saat mulai berbuah.

Kelebihan tomat hidroponik adalah buahnya yang lebih bersih dan seringkali memiliki rasa yang lebih manis karena asupan nutrisinya yang terkontrol dengan baik. Kamu bisa panen tomat segar langsung dari “pohonnya” untuk saus pasta atau salad buatan sendiri.

6. Stroberi


Buah stroberi hidroponik matang di sistem vertikal

Siapa bilang stroberi hanya bisa tumbuh di dataran tinggi? Dengan hidroponik, kamu bisa menanam stroberi di halaman rumahmu sendiri! Stroberi adalah salah satu tanaman buah hidroponik yang paling populer karena hasilnya yang fantastis.

Menanam stroberi secara hidroponik, terutama dengan sistem vertikal atau NFT, dapat menghemat banyak ruang. Selain itu, buah stroberi yang dihasilkan akan jauh lebih bersih, bebas dari tanah dan pasir, serta mengurangi risiko busuk buah atau serangan hama dari tanah.

Meskipun membutuhkan perhatian lebih pada nutrisi dan tingkat keasaman (pH) air, menanam stroberi hidroponik bisa jadi hobi yang sangat menyenangkan. Bayangkan memetik buah stroberi segar berwarna merah cerah langsung dari kebun vertikal di balkonmu!

7. Cabai


Cara menanam hidroponik cabai rawit di rumah

Bagi para pencinta pedas, menanam cabai sendiri adalah sebuah keharusan. Cabai, baik itu cabai rawit maupun cabai keriting, ternyata sangat cocok ditanam dengan sistem hidroponik. Tanaman cabai termasuk tanaman jangka panjang yang bisa terus berbuah selama berbulan-bulan jika dirawat dengan baik.

Sistem hidroponik seperti sistem tetes (drip system) atau metode Kratky sangat ideal untuk cabai. Tanaman ini membutuhkan banyak cahaya matahari untuk dapat berproduksi secara maksimal, jadi pastikan menempatkannya di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh.

Dengan nutrisi hidroponik yang tepat, tanaman cabaimu bisa tumbuh lebih subur dan menghasilkan buah yang lebih banyak dan pedas. Kamu tidak akan pernah kehabisan stok cabai segar untuk membuat sambal!

FAQ Seputar Tanaman Hidroponik

Apa saja yang dibutuhkan untuk memulai hidroponik?
Untuk memulai, kamu butuh beberapa hal dasar: sistem hidroponik (bisa beli kit pemula atau DIY), benih tanaman, media tanam (seperti rockwool), nutrisi hidroponik khusus (biasa disebut nutrisi AB Mix), dan wadah air.

Apakah hidroponik itu sulit untuk pemula?
Sama sekali tidak! Kuncinya adalah memulai dari yang sederhana. Pilih sistem yang simpel seperti sistem sumbu (wick) dan tanam sayuran daun yang mudah tumbuh seperti kangkung atau selada. Seiring waktu, kamu bisa mencoba sistem dan tanaman yang lebih kompleks.

Berapa biaya untuk membuat sistem hidroponik di rumah?
Biayanya sangat bervariasi. Kamu bisa memulainya dengan sangat murah (di bawah Rp 100.000) dengan membuat sistem sendiri menggunakan barang bekas seperti botol plastik atau styrofoam. Jika ingin yang lebih praktis, kit hidroponik pemula tersedia di pasaran dengan harga mulai dari Rp 150.000 hingga jutaan rupiah.

Mitos: Tanaman hidroponik pakai bahan kimia, jadi tidak sehat.
Fakta: Ini adalah mitos yang paling umum. Nutrisi hidroponik (AB Mix) bukanlah ‘bahan kimia’ berbahaya, melainkan garam mineral murni yang merupakan unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman, seperti Kalium, Nitrogen, Fosfor, Kalsium, dll. Justru karena nutrisinya terukur, tanaman hidroponik seringkali lebih sehat dan bebas dari logam berat yang mungkin ada di tanah.

Lebih cepat panen tanaman tanah atau hidroponik?
Umumnya, masa panen tanaman hidroponik lebih cepat sekitar 20-30% dibandingkan tanaman yang ditanam di tanah. Ini karena akar tanaman hidroponik langsung menyerap nutrisi dari larutan air, sehingga tidak perlu “bekerja keras” mencari makanan di dalam tanah. Pertumbuhan pun menjadi lebih fokus dan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *